Tidak satu pun di antara tim produksi Float2Nature yang menyangka antusiasme floatmates akan sebesar ini untuk menghadiri #F2N2026. Tim yang terdiri dari seluruh anggota Float (Meng, Timur, David, dan Binsar), Aldy (road manager), dan Andrey (manager), yang sejak awal terlibat langsung dalam persiapan acara ini, memantau situasi pendaftaran di hari pertama, Senin, 1 Juni 2026.
Jam 09:00 WIB tepat, sesuai dengan pengaturan di sistem, pintu pendaftaran di website ini terbuka bagi orang yang ingin mendaftar. Meng sudah di depan komputernya, mengakses dashboard website. Tab pertama menampilkan halaman sistem pendaftaran, tab kedua untuk memantau halaman tampilan yang dilihat pengunjung. Dalam hitungan menit, 50 tempat yang disediakan untuk pendaftar Early Bird ditandai “Sold Out” oleh sistem. Pintu pendaftaran otomatis tertutup.
Meng membuka halaman pendaftaran yang masuk, lalu memperhatikan ada masalah di data-data yang terekam di beberapa pendaftar. Kembali ke halaman pendaftaran untuk pengunjung, terlihat jumlah pendaftar yang berhasil masuk ternyata melebihi kapasitas yang telah dibatasi lewat pengaturan sistem. Jelas sekali, pasti ada masalah di sistem pendaftaran yang selama ini digunakan untuk pendaftaran #F2N2013, #F2N2014, dan yang terakhir #F2N2016.
Dalam suasana chaos ini, email konfirmasi pembayaran mulai masuk. Semakin lama bukan hanya semakin banyak, tapi juga dibarengi email pertanyaan dengan topik seputar pendaftaran.
Di ujung lain, panggilan telepon dan kiriman pesan teks mulai masuk ke ponsel Aldy, Andrey, dan Binsar yang nomor teleponnya tersebar di website, akun medsos, dan catatan kaki di email pendaftaran. Semuanya menerima pesan dengan topik yang sama meski detilnya beragam.
Ada yang mengeluhkan kesulitan saat mengirim konfirmasi pendaftaran, ada yang kebingungan melihat harga tiket di Invoice yang tidak sesuai dengan kelipatan harga tiket, ada yang belum menerima email konfirmasi pendaftaran, ada juga yang menanyakan apakah benar tiket habis dalam waktu secepat itu. Intinya, kebanyakan dari mereka kecewa.
Kembali ke dashboard sistem pendaftaran, Meng mulai verifikasi email konfirmasi pembayaran dengan mencocokkan data yang terekam di sistem pendaftaran satu per satu, seperti yang sudah dilakukannya di masa pendaftaran untuk acara-acara sebelumnya. Dari total 191 data pendaftar yang masuk, hanya 62 pendaftar yang terverifikasi. Itupun sudah melebihi kapasitasnya (50). Sisanya, ada yang membayar meski status pendaftarannya masih “Wait List”, ada yang membayar dengan jumlah angka yang tertera di Invoice yang error, ada yang membayar tanpa mengirim data konfirmasi pembayaran, ada juga yang tidak melakukan pembayaran.
Pembatalan pendaftaran dimulai dari lapis pertama, pendaftar yang belum melakukan pembayaran. Lapis kedua, pendaftar yang membayar dengan jumlah angka yang tertera di Invoice yang error. Lapis terakhir, mereka yang membayar meski status pendaftarannya masih “Wait List” yang tidak seharusnya membayar. Menjelang subuh di hari berikutnya, sekitar jam 04:30 seluruh proses itu selesai.
Bukan hal yang mengejutkan, kolom-kolom interaksi pada akun-akun medsos Float & Float2Nature dipenuhi ujaran-ujaran bernada kekecewaan dari floatmates yang pendaftarannya dibatalkan, mereka yang ingin hadir di #F2N2026.
Di malam harinya, tepatnya pukul 21:00 WIB, Meng, Binsar, dan Aldy muncul di Instagram live lewat akun Float2Nature, memberikan arahan buat mereka yang tidak berhasil mendaftar. Videonya bisa ditonton di akun resmi Instagram Float2Nature.
