Camp Ground di Situgunung Park

  Taman Nasional Gede Pangrango   Situgunung Park terletak di Resort Situgunung yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1980. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki keanekaragaman ekosistem, yakni sub-pegunungan, pegunungan, sub-alpen, danau, rawa, dan sabana. Ekosistem sub-pegunungan ditandai oleh banyaknya pohon besar seperti jamuju (Dacrycarpus Imbricatus) dan puspa (Schima Wallichii). Ekosistem sub-alpen ditandai oleh adanya padang Isachne Pangerangensis, bunga edelweiss (Anaphalis Javanica), violet (Viola Agrimonia), dan cantigi (Vaccinium Varingiaefolium).   Di antara spesies-spesies hewan langka yang dapat ditemukan di sini yang kini terancam punah adalah Owa Jawa (Hylobates Moloch), monyet daun Jawa (Presbytis Comata Comata), lutung budeng (Trachypithecus Auratus Auratus), macan kumbang (Panthera pardus), macan tutul kucing bakau (Prionailurus Bengalensis Javanensis), kijang (Muntiacus Muntjak Muntjak), kancil kecil Melayu (Tragulus Javanicus Javanicus), anjing liar Asia (Cuon Alpinus Javanicus), landak Asia Tenggara (Purut Brachyura Brachyura), bau musang (Mydaus Javanensis), dan marten leher kuning  (Martes flavigula).   Gunung Gede Pangrango dikenal luas sebagai habitat yang kaya akan spesies burung. 251 spesies dari 450 yang terdapat di pulau Jawa tinggal di area ini. Di antara spesies-spesies ini merupakan spesies-spesies langka seperti elang Jawa (Spizaetus Bartelsi) dan burung hantu (Otus Angelinae). UNESCO telah mendeklarasikan perlindungan biosfer Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada tahun 1977. Taman nasional ini merupakan “saudara” Garden State Park di Malaysia yang dikelola bersama oleh pemerintahan Indonesia dan Malaysia berdasarkan sebuah kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 1995.   Berdasarkan catatan, orang pertama yang mendaki Gunung Gede adalah Reinwardt CGC pada tahun 1819 yang kemudian disusul oleh F.W. Junghuhn (1839-1861), Teysman JE (1839), AR Wallace (1861), Koorders SH (1890), M. Treub (1891), van W.M. Leeuen (1911), and C.G.G.J. van Steenis pada tahun 1920 dan 1952.     Berkemah di Situgunung Park   Situgunung_Map_edited_1000   Peserta yang memilih tiket Floatspotter dapat berkemah di camp ground Arben (1) yang jaraknya paling dekat dari lokasi konser Float (floatspot) di Villa Merah Tanakita. Camp ground ini dilengkapi fasilitas MCK dan dapat menampung 150 orang. Tiket berkemah dapat dibeli di kantor Situgunung Park seharga Rp 20.500/orang ditambah biaya menginap sebesar Rp 6.000/orang/malam.   Aktifitas yang dapat dilakukan antara lain:

  • bersepeda
  • trekking ke Curug Sawer
  • menikmati pemandangan di sekitar Danau Situgunung
  • river tubing
  • high rope games

Peserta yang ingin berkemah tapi tidak membawa perlengkapan dapat menyewanya di kantor Situgunung Park:

  • tenda peleton, kapasitas 30-40 orang: Rp 500.000/malam
  • tenda semi peleton, kapasitas 10-14 orang: Rp 300.000/malam
  • tenda dome (1,9 x 1,9 x 1,4) m, kapasitas 2-3 orang: Rp 100.000/malam
  • tenda dome (3,5 x 2,5 x 1,8) m, kapasitas 4-6 orang: Rp 200.000/malam
  • flysheet (6 x 8) m: Rp 80.000/malam
  • flysheet (8 x 11) m: Rp 200.000/malam
  • matras terpal: Rp 65.000/malam
  • matras sponge (60 x 180) cm: Rp 6.000/malam
  • matras sponge (2 x 1,5) m: Rp 8.000/malam
  • sleeping bag: Rp 15.000/malam

Untuk reservasi tempat, penyewaan perlengkapan, dan info selengkapnya hubungi: SITUGUNUNG PARK Mobile: +6285722630044 (Anwar Duriat) +6285871736637 (Tompel)   Catatan: Informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu.  

Camp ground Arben adalah lokasi perkemahan terdekat dari lokasi konser Float (floatspot) di Villa Merah Tanakita.

Lokasi area parkir Floatspotters di Pos 2  Situgunung Park, dekat camp groud Arben.