Di Balik Awan Mendung

11 Juni tahun lalu, baru beberapa jam nyampe rumah, setelah nempuh perjalanan selama belasan jam dari Dieng, gw langsung nulis di websitenya Float, sebuah ‘ucapan terimakasih‘. Padahal, mestinya waktu itu badan gw rontok dan ngga cukup energi untuk melakukan apapun selain terkapar sampe tengah malem, lalu bangun di atas kubangan iler selebar kasur, kelaperan. Selama perjalanan menuju Jakarta, gw emang udah bertekad untuk nulis sesuatu tentang apa yg gw rasain selama penyelenggaraan Float2Nature yang pertama ini, terutama sehubungan dengan kekurangan2 yang terjadi selama persiapan hingga pelaksanaannya. Mungkin tekad itu yg menggerakkan mekanisme badaniah & semangat gw untuk nulis saat itu. The power of mind, kalo kata orangtua murid.

 

7 Juni 2012. Menunggu ganti ban bus. Tim advance #float2nature.

 

Tahun ini ngga begitu. Setelah empat hari kita semua pisah di waktu check-out #F2N2013, dengan kondisi badan yg sedikit mendingan dibanding tahun lalu (meski semalem udah pijetan sama Mak Eneng), akhirnya gw memutuskan untuk nulis ini. Poinnya kira2 sama, lagi2 sebuah ‘ucapan terimakasih’. Sebenarnya, gw sempet kepikiran untuk nulis ini begitu nyampe rumah. Tapi rasanya kali ini ngga perlu2 amat seambisius itu. Rasanya masih pengen menikmati kesunyian pasca #F2N2013. Cieee… Padahal sih, dalam kondisi masih teler2 kuku, gw masih aja sempet2in pamer foto2 #F2N2013 via Instagram, Twitter, dan Facebook, persis kayak kebanyakan orang yang ikut acara ini.

 

2 Nov 2013. The early birds.

 

Yg pasti, gw pengen semua orang yg baca ini tau bahwa gw pribadi merasa sangat bersyukur #F2N2013 bisa dinikmati semua orang yang hadir. Bukan hanya peserta & undangan. Tapi juga temen2 yang tergabung dalam kepanitiaan & volunteer, crewnya Bang Asril (sound system), Andi Anggoro & asistennya yang ngurusin rekaman audio, dan seluruh tim Rakata Adventure & Situgunung Park, tuan rumah acara ini. Gw masih inget banget ekspresi temen2 panitia, volunteer, dan seluruh kru waktu kami semua baru nyampe Villa Merah (Tanakita), tempat kami semua menginap. Merasa ngga cukup nebak2 apa yang mereka rasain, gw pun tanyain mereka langsung, satu2, untuk dapetin kepastian. Dan kepastian itu melegakan, energi positif buat gw.

 

1 Nov 2013. Kru sound system.

 

Kebanyakan dari kami yg berangkat tanggal 1 Nov ngga cukup tidur. Malah ada yang ngga tidur sama sekali. Malam sebelumnya, gw, Linda, Jakob, dan Asra menyiapkan t-shirt & wristband yang akan kami bawa terpisah. Seinget gw, jam 12an gw & Linda udah nyampe rumah. Setelah packing singkat kami langsung tidur. Paling ngga, berusaha tidur. Gw pengen istirahat cukup karena paginya mesti bangun jam 4.30, rencananya supaya masih sempet ngopi2 santai setengah jam, terus mandi dan berangkat jam 5.30 ke meeting point, rumahnya Bontel di daerah Petamburan. Eh, gw malah baru bangun jam 6. Lupa pasang weker. Dalam keadaan panik & kurang tidur, gw & Linda langsung beres2 singkat, lalu berangkat naik taksi.

 

1 Nov 2013. Muke2 keberangkatan.

 

Di perjalanan pun, hanya beberapa orang dari rombongan aja yg sempet kelihatan tertidur. Sisanya kayaknya terlalu excited untuk tidur kalem. Setelah nyampe di Tanakita, tepatnya di Villa Merah, kami semua kayak rombongan anak SD yg kegirangan karena akhirnya nyampe tempat tujuan liburan. Padahal mesti kerja. Ngga ada satupun yg ngeluh melakukan pekerjaannya. Semua kelihatan girang, excited. Apalagi setelah liat panggung yang dibuat Kang Isep (Rakata Adventure) yang sangat ngga biasa, kayak tenda tanpa dinding yg ukurannya cukup bongsor sehingga induk gajah pun bisa nongkrong di bawahnya tanpa harus parno keujanan. Ngeliat itu semua, gw seneng banget.

 

1 Nov 2013. Soundcheck di floatspot F2N2013.

 

It’s all worth it. Semua waktu, pikiran, dan tenaga yang udah kami kerahkan demi mewujudkan mimpi ini. Mimpi untuk menyelenggarakan acara yang kami rancang lebih dari setahun, mimpi untuk ‘payback‘ hutang2 warisan acara tahun lalu, mimpi untuk memberikan improvement. Setelah mengalami berbagai gejolak dalam kepanitiaan dan persiapan acara, setelah memutuskan untuk membatalkan destinasi Dieng, setelah mencapai titik terendah untuk menggapai harapan, setelah jalan yang sangat panjang, akhirnya #F2N2013 berhasil terlaksana dengan baik. Tentunya, berkat dukungan dari berbagai pihak yang memiliki visi yang sama, mimpi yang sama. Gw sangat bersyukur kami semua dipertemukan. Mungkin ini yg dibilang, lagi2, orangtua murid, ‘The Law of Attraction‘.

 

8 Jun 2013.  Pembukaan pendaftaran F2N2013RSVP dengan destinasi Dieng.

 

Gw, Linda, Jakob, dan anaknya (Maxi) baru pulang tanggal 4 Nov kemarin. Kami memutuskan untuk extend satu hari di Tanakita. Setelah ngobrol sesorean sama geng Rakata Adventure & temen2 mereka, gw langsung terkapar di tenda. Lupa makan. Kira2 jam 12 malem kebangun dari tidur yg seperti biasa tanpa mimpi. Keluar tenda, sepi. Langitnya cerah banget. Bintang2nya rebutan tempat ngeceng. Bagus banget! Ngecek timeline di Twitter, semuanya girang. Kayak gw, ngga mau pulang. Paginya kami sempet nyobain river tubing ditemenin guide kehormatan kami, Mas Setyo. Dia bilang, “Pokoknya ikutin arusnya aja, float to nature aja, seperti kata Isep”. Yoi. Literally, float to nature aja. Pas banget.

 

4 Nov 2013. Literally ‘float to nature’.

 

Terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah mendukung semangat acara ini.

Terimakasih kepada temen2 panitia tahun ini: Hamam Firdaus (project manager, dokumentasi sejak #F2N2012, orang pertama yg ngomporin gw untuk bikin #F2N2013), Lucia Nancy (koordinator partisipan, peserta #F2N2012), Muhammad Asranur (komunikasi/media, dokumentasi #F2N2012), Niken Putri (penjaga loket & floatshop, istrinya Remon sang basis), Linda Brotodjojo (penjaga loket & floatshop, pacar gw dari kecil), dan Taba ‘Ishak’ Sanchabachtiar (art, temen begajulan waktu di SMA, yg ngenalin gw ke tim Rakata Adventure).

Terimakasih kepada temen2 volunteer yg udah jungkir-balik ngurusin dokumentasi tahun ini: Zulfikar Arief, Panji Wijaya, Ricky Adrian, dan Azizah Hanum, keempatnya dari Galeri Foto Jurnalistik Antara. Juga kepada Vera Lestafa dan Deska Binarso dengan helicam bapucuk-ampat-nya.

Terimakasih kepada temen2 baru, abang2 baru dari Rakata Adventure: Mas Setyo, Mas Baba, Mas Ical, Mas Irwan, Kang Isep, Mas Piping, dan Garrick.

Terimakasih kepada temen2 anak band yg ikut meramaikan floatspot di Villa Merah: temen2 dari Payung Teduh (Mohammad Istiqamah Djamad, Abdul Aziz Turhan Kariko, Alejandro saksakame, dan Ivan Penwyn) serta Banda Neira (Ananda Badudu & Rara Sekar).

Last but not least, terimakasih kepada temen2 sepengapungan gw di Float: Windra ‘Bontel’ Benyamin (gitar akustik & bunyi2an planet), Raymond Agus Saputra (bas & backing vokal), dan Jakobus Mulia (manajer kami). Juga temen2 yg kami bajak dari band2 lain: David Qlintang (gitar elektrik – AYA, yg bantuin Float sejak 2011), Wizra Uchra (drum – AYA), dan Bharata Eli Gulo (perkusi – Bonita And The Husband).

Akhirnya, Bontel & Remon ngerasain Float2Nature. Yihiiiiiy!!!

 

2 Nov 2013. Float2Nature pertama buat kami bertiga.

 

Sampe ketemu di Float2Nature berikutnya! *nadanya mesti persis kayak Ucy & Willy di video dokumenter yg dibuat Aidea*

Di balik awan mendung, langit akan tetap biru selamanya.

 

 

Stay that high,

 

 

Meng merangkap Ippei merangkap Nichi

 

Tags:

No comments yet.

Leave a Reply